03
Apr
10

KARYA ILMIAH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kepala sekolah adalah jabatan yang diberikan kepada seseorang sebagai pimpinan di sekolah .Di sekolah dasar negeri jabatan kepala sekolah ditentukan oleh instansi diatasnya (Kepala Dinas Pendidikan Dasar) berdasarkan kriteria tertentu, persyaratan jabatan dan kebutuhan di lapangan. Peran kepala sekolah sebagai pimpinan formal setempat mempunyai andil yang sangat besar terutama dalam penerapan fungsinya baik sebagai Edukator, Manajer, Administrator, maupun Supervisor (EMAS).
Kepala sekolah harus memiliki kemampuan manajerial POAC (Planing, Organizing, Actuiting, Controling) untuk menggerakkan organisasi sekolah. Di antara kemampuan manajerial menyusun perencanan program sekolah, mengorganisir program kegiatan, melaksanakan program dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program sekolah. Kemampuan manajerial POAC dikaitkan dengan peran kepala sekolah sebagai pimpinan formal terutama dalam penerapan fungsinya baik sebagai Edukator, Manajer, Administrator, maupun Supervisor (EMAS).
Pengaruh POAC dikaitkan dengan tugas personil yakni membina dan mengarahkan guru dalam meningkatkan prestasi di sekolah dengan cara digerakkan dan dikondisikan agar mereka produktif. Kemampuan manajerial dapat dijadikan tolok ukur peran kepala sekolah dalam meningkatkan produktivitas guru. Tugas guru secara teknis memiliki kemampuan mengorganisir kegiatan belajar mengajar, membuat perencaan, melaksanaan, dan mengevalusi program sekolah kearah yang lebih baik dan produktif.
Kepala sekolah mampu memotivasi guru selaku mitra kerja dan menjalin hubungan dengan atasan, serta membina hubungan baik dengan masyarakat lingkungan termasuk orang tua siswa sehingga terciptanya suasana dan kondisi iklim kerja yang kondusif. Pengaruh iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan produktivitas guru dan siswa di sekolah.
Dengan demikian indikator produktivitas guru adalah sikap guru dalam memahami, dan melaksanakan peran sebagai EMAS. Implikasi dari peran EMAS adalah mampu melaksanakan tugas sebagai pendidik dan pengajar, membuat perencaan, melaksanakan dan mengevalusi program pembelajaran, mengorganisir kegiatan kelas, dan membina siswa untuk berprestasi. Aplikasinya adalah tumbuh kesadaran akan kedisiplinan kerja, menyiapkan perangkat pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang terencana dan terprogram, melaksanakan program tindak lanjut untuk meningkatkan produktivitas siswa, serta melaporkan hasil pekerjaan kepada kepala sekolah.
Produktivitas guru di sekolah merupakan cerminan dari apa (what) kepala sekolah telah memenuhi kriteria sebagai pemimpin, (who) siapa guru yang berdedikasi dalam menjalankan tugas, dan kapan (when) dilakukan pembinaan kepada guru, serta (where) kegiatan dilakukan secara kontinue. Dengan kata lain produktivitas guru merupakan bagian dari aspek sikap mental berupa dedikasi kerja yang harus dimiliki dan dijadikan bagian dari sikap pribadi guru dalam menjalankan tugas-tugas keseharian di sekolah.
Hubungan antara kepala sekolah-guru-siswa merupakan hubungan yang bersifat vertikal dan horisontal. Hubungan vertikal artinya kepala sekolah membina guru dan siswa agar lebih produktif. Sedangan hubungan horisontal artinya guru sebagai mitra kerja, dan siswa sebagai subyek sekaligus obyek tolok ukur keberhasilan tugas kepala sekolah dan guru. Dengan demikian peran kepala sekolah membina guru dan siswa untuk lebih produktif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tolok ukur keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh produktivitas guru selaku perencana dan pelaksana program pembelajaran. Produktivitas guru mampu meningkatkan produktivitas siswa.
Berdasarkan pengamatan penulis bahwa keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola dan menyelenggarakan pembelajaran baik dari masukan, proses luaran/hasilnya (produktivitas), peran kepala sekolah sebagai pimpinan formal setempat mempunyai andil yang sangat besar. Pada gilirannya akan berpengaruh terhadap sistem sekolah terutama kepada dewan guru dan peserta didik (siswa). Jadi kualitas dan kemampuan dalam memimpin yang bersumber diri dari pribadi (tipe yang dimilikinya) akan menjadi tolok ukur keberhasilan dan tingkat produktivitas pada sekolah yang dipimpinnya. Atas dasar pengamatan penulis sebagai salah seorang kepala sekolah dasar negeri di Jakarta Timur, inilah yang melatarbelakangi untuk menyusun karya ilmiah dengan judul “ Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Produktivitas Guru Sekolah Dasar Negeri Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur “.

B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, identifikasi masalahnya yaitu :
1. Bagaimanakah hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan tingkat produktivitas guru ?.
2. Apakah hakikat produktivitas ?.
3. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas guru ?

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini, permasalahan dibatasi pada ; Adakah hubungan kepemimpian kepala sekolah dengan produktivitas guru Sekolah Dasar Negeri Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur “.
Dalam penulisan karya ilmiah ini yang dimaksud kepemimpinan adalah subyek penting bagi manajer karena peran yang dimainkan untuk efektifitas kelompok dan organisasi. Bentuk-bentuk kepemimpinan yang dibahas tertuju pada kepemimpinan demokratis dan otokratis.
Kepala Sekolah adalah sosok individu kepala sekolah pada sekolah dasar negeri. Tanggung jawab kepala sekolah sebagai manajer yang melaksanakan manajerial POAC, dikaitkan dengan fungsi dan peran EMAS-nya. Sedangkan produktivitas yang dimaksud adalah perbandingan antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber kerja yang dipergunakan sebagai input.
Produktifitas guru adalah ukuran efektifitas guru atau kualitas yang berupa prestasi guru dalam mengelola KBM, dan prestasi siswa sebagai target utama. Pengaruh kepala sekolah terhadap pekerjaan guru bagaimana langkah-langkah yang dilakukan oleh pimpinan (kepala sekolah) agar para guru mampu secara otpimal dan mencapai target serta hasil yang maksimal.

D. Perumusan Masalah
Dari identifikasi dan pembatasan masalah yang dikemukakan, maka perumusan masalah yang diajukan adalah “ Apakah terdapat hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan produktivitas guru Sekolah Dasar Negeri Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur ? “.

C. Tujan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas guru sekolah dasar.
2. Manfaat Penelitian
a. Menjadi bahan masukan bagi kepala sekolah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan umumnya di sekolah dasar .
b. Menjadi bahan masukan bagi kepala sekolah maupun guru dalam meningkatkan produktivitas di Sekolah Dasar Negeri Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.


0 Responses to “KARYA ILMIAH”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: