02
Apr
10

Penelitian Tindakan Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini, tantangan bagi guru justru semakin besar terutama menyongsong pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perubahan ini tentunya menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi pribadi, kompetensi bidang ilmu dan kompetensi dalam hal pembelajaran. Kompetensi ini selanjutnya akan menempatkan guru pada sebuah paradigma baru dalam proses pembelajaran. Paradigma pembelajaran baru juga menuntut guru untuk memiliki kemampuan bidang studi yang memadai. Kemampuan ini memuat pemahaman akan karakteristik dan isi bahan ajar, mengusai konsepnya, mengenal metodologinya dan memahami konteks bahan yang diajarkan serta kaitannya dengan kebutuhan masyarakat, lingkungan dan dengan ilmu lain.
Tujuan mata pelajaran matematika agar peserta didik memiliki kemammpuan sebagai berikut: Memahami konsep, penalaran, memecahkan masalah, mengkomunikasikan gagasan, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan; memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar pada saat ini matematika telah berkembang amat pesat, baik materi maupun kegunaannya. Dalam hal ini yang dimaksud matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Matematika tersebut merupakan mata pelajaran yang penting guna menumbuhkembangkan kemampuan dan membentuk pribadi siswa yang terpadu kepada perkembangan Iptek.
Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh siswa. Hal ini mengakibatkan matematika sebagai mata pelajaran yang ditakuti dan dijauhi oleh sebagian besar siswa. Siswa enggan mempelajari matematika sehingga pelajaran matematika terasa semakin sulit. Persepsi yang salah ini tentunya merupakan kendala yang cukup besar bagi pencapaian tujuan pendidikan mateamatika. Tugas guru sebagai ujung tombak pendidikan sangat besar dalam mengubah persepsi anak didik. Tugas gurulah untuk memberikan pengertian kepada anak didik bahwa matematika bukanlah sebuah tugas yang mudah, tetapi bukanlah suatu hal yang tidak mungkin.
Salah satu langkah dalam proses pembelajaran adalah mengkombinasikan metode yang dipilih dan tepat. Artinya guru melakukan suatu proses kegiatan belajar mengajar untuk mengubah persepsi anak adalah dengan cara memperkenalkan matematika sebagai sesuatu yang menarik. Pada umumnya siswa selalu tertarik terhadap hal-hal yang bersifat permainan, teka-teki, dan tebak-tebakan. Dengan cara menyajikan suatu permainan yang mengandung unsur matematika maupun dengan cara menyajikan pelajaran matematika dalam bentuk permainan, diharapkan dapat menarik minat dan menyenangkan bagi siswa.
Permainan matematika berbeda dengan matematika murni, yakni berupaya memperkenalkan keanehan-keanehan dan keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh bilangan-bilangan. Keanehan dan keistimewaan tersebut akan merangsang minat siswa terhadap matematika sehingga secara sukarela dan tak langsung menimbulkan hasrat untuk mempelajari matematika. Permainan matematika ini banyak jenis dan ragamnya, dapat dipelajari dari berapa sumber buku, dan dapat diciptakan oleh guru maupun siswa secara bersama-sama. Permainan matematika adalah suatu permainan yang dipecahkan dan dikerjakan berdasarkan metode matematika.
Permainan matematika berupaya menjelaskan materi matematika dalam wujud permainan yang mudah dan menarik. Sambil bermain tak terasa siswa terlibat dalam suatu pemikiran matematika yang mengasyikkan, sedikit demi sedikit anggapan bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang sulit akan hilang. Fungsi permainan matematika adalah sebagai salah satu alat untuk menarik perhatian anak didik terhadap matematika. Di samping itu berfungsi untuk mengubah persepsi siswa yang salah terhadap matematika. Dengan terlibat langsung permainan diharapkan siswa dapat memiliki anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang menyenangkan sehingga siswa memiliki sikap gemar belajar matematika. Guru harus mampu menetapkan dan mengkombinasikan metode pembelajaran yang tepat sesuai materi yang diajarkan sehingga menarik dan menyenangkan sekaligus siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, identifikasi masalahnya sebagai berikut:
1. Apakah matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi tahun pelajaran 2009-2010 ?
2. Apakah usaha-usaha yang dilakukan guru agar siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi tahun pelajaran 2009-2010 mudah memahami materi yang diajarkan ?.
3. Bagaimana upaya yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi tahun pelajaran 2009-2010 ?
4. Apakah melalui permainan dapat menarik minat dan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi tahun pelajaran 2009-2010 ?

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka untuk memudahkan penelitian ini, permasalahan dibatasi pada; Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Permainan Teka-Teki Bilangan pada Siswa Kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi Kec. Jatinegara Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2009-2010.
Dalam penelitian ini yang dimaksud permainan adalah salah satu teknik pembelajaran yang berfungsi untuk menarik minat dan melibatkan siswa dalam pemikiran matematika yang manegasyikkan. Selain itu bertujuan agar siswa gemar belajar matematika dan bukanlah mata pelajaran yang sulit menakutkan. Obyek penelitian adalah Siswa Kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi Tahun Pelajaran 2009-2010 dengan pertimbangan siswa mengalami kesulitan dalam operasi hitung perkalian dan pembagian dengan teknik menghitung loncat.

D. Perumusan Masalah
Dari identifikasi dan pembatasan masalah yang dikemukakan, maka perumusan masalah yang diajukan adalah “ Apakah melalui permaian dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi Tahun Pelajaran 2009-2010 ?”.

E. Manfaat Hasil Penelitian
1. Menjadi bahan masukan bagi pihak lembaga/sekolah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan umumnya dan SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi khusunya.
2. Menjadi masukan bagi Kepala Sekolah, guru yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar, khususnya pada siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi.
3. Menjadi bahan masukan bagi orang tua siswa bahwa peran serta bimbingan belajar di rumah sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar di sekolah
4. Untuk siswa kelas II khususnya diberikan permainan sebagai bagian dari upaya menarik minat sehingga memiliki sikap gemar belajar matematika.

F. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian teknik permainan matematika sebagai upaya meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas II SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi Kec. Jatinegara Jakarta Timur tahun pelajaran 2009-2010.


0 Responses to “Penelitian Tindakan Kelas”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: