02
Apr
10

PENELITIAN TINDAKAN KELAS 2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang mengamanatkan kepada perubahan tentang sistem pendidikan nasional : “Pendidikan nasioanl berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan antara lain berupa pengembangan kurikulum, pengadaan buku-buku pelajaran, penataran guru, peningkatan profesi guru melalui keikutsertaan dalam program pendidikan kesetaraan, dan lain sebagainya yang tujuan utamanya adalah membantu para guru dan peserta didik untuk lebih meningkatkan mutu proses KBM dan pembelajaran yang maksimal.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya dan menempatkan guru pada sebuah paradigma baru dalam proses pembelajaran. Paradigma pembelajaran baru juga menuntut guru untuk memiliki kemampuan pemahaman akan karakteristik dan isi bahan ajar, menguasai konsepnya, mengenal metodologinya dan memahami konteks bahan yang diajarkan serta kaitannya dengan kebutuhan masyarakat, lingkungan dan dengan ilmu lain.
Pembelajaran yang mengacu kepada kebermaknaan menantang guru untuk mencari alternatif yakni berbagai pendekatan yang diharapkan mampu menjawab kesulitan yang dialami guru. Dari berbagai pendekatan yang ada tujuan utamanya adalah agar pembelajaran itu efektif dan tepat penyampaiannya. Salah satu pendekatan yang kita kenal adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual lebih tertuju kepada pemecahan masalah tentang persoalan yang dihadapi atau yang dekat dialami oleh siswa.
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning) merupakan pendekatan yang membantu guru dalam penyampaian materi pelajaran dengan mengaitkan antara materi dengan situasi dunia nyata. Pendekatan ini bertujuan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui landasan filosofi konstruktif CTL dikembangkan menjadi salah satu alternatif strategi belajar yang baru, diharapkan siswa belajar dengan pengalaman bukan saja menghafal.
Ilmu pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangannya lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan dengan cara belajar secara inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
Materi IPA tentang cahaya yang meliputi konsep-konsep cahaya dan hubungan antara cahaya dan penglihatan dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Konsep-konsep materi antara lain cahaya dapat menembus benda bening, dipantulkan dan dibiaskan. Hubungan antara cahaya dan penglihatan meliputi benda-benda dapat dilihat bila mata mendapat cahaya dari benda tersebut, alat-alat optik membantu penglihatan misalnya kacamata dan alat pembesar. Konsep-konsep tersebut tampaknya begitu sulit dipahami siswa, karena terlalu abstrak. Permasalahan ini menjadi tantangan guru untuk menvisualkan dan mengkonkretkan dari seluruh konsep yang dipelajari tentang cahaya tersebut pada siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi.
Dengan permasalahan yang terjadi, maka guru harus memberikan motivasi-motivasi sehingga membangkitkan dan meningkatkan kembali minat siswa pada mata pelajaran IPA. Dalam hal ini guru harus mencari dan menggunakan pendekatan dalam pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan sehingga siswa tetap tertarik dalam pembelajaran IPA. Sesuai dengan mata pelajaran IPA yang bersifat alami, maka guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning).
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran dengan konsep pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa. Dalam pembelajaran ini, siswa mengalami sendiri, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Dengan pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi pada mata pelajaran IPA.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi dalam mata pelajaran IPA?
2. Apakah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning) dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi pada mata pelajaran IPA?
Masalah rendahnya minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dapat diminimalisir dengan menggunakan suatu pendekatan yang inovatif dalam pembelajaran. Dalam hal ini dapat menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning). Dengan pendekatan tersebut dapat membangkitkan dan meningkat motivasi, minat, dan sikap siswa dalam mata pelajaran IPA.
Penerapan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning) dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya adalah : Konstruktivisme (Constructivisme), mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Menemukan (Inquiry), guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang merujuk pada kegiatan menemukan apapun materi yang diajarkannya. Bertanya (Questioning), mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan kegiatan bertanya. Masyarakat Belajar (Learning Community), menciptakan masyarakat belajar dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar yang anggotanya heterogen. Pemodelan (Modeling), guru menghadirkan model sebagai contoh atau media dalam pembelajaran. Refleksi (Reflection), refleksi dilakukan pada akhr pertemuan, misalnya dengan mencatat hal-hal yang telah dipelajari diskusi, maupun hasil karya. Autentik Asesmen (Authentic Assessment), melakukan (penilaian sebenarnya) dengan berbagai cara, baik dalam proses maupun hasil sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Dari langkah-langkah di atas diharapkan siswa dapat termotivasi dan semakin berminat bahkan menyukai mata pelajaran IPA karena dalam pembelajarannya penuh dengan variasi.
C. TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengungkap suatu pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi pada mata pelajaran IPA.
2. Mengungkap suatu pendekatan yang dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi pada mata pelajaran IPA.
E. MANFAAT
1. Bagi Siswa, penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalamn bagi siswa dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA, sehingga terbentuk lingkungan belajar yang lebih hidup dan bermakna.
2. Bagi Guru, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam pembelajaran, khususnya bagi siswa kelas rendah membutuhkan pendekatan pembelajaran yang dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa, sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa pada pembelajaran IPA.
D. Hipotesis Tindakan
Dengan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL), diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 01 Pagi tahun pelajaran 2009-2010.


0 Responses to “PENELITIAN TINDAKAN KELAS 2”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: